Dalam rangka memperingati Hari Kartini yang ke-143, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kulon Progo turut berpartisipasi dengan menghadiri acara seminar yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PMD Dalduk dan KB), yang bertemakan "Peran Perempuan Dalam Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan, Anak dan Kenakalan Remaja", pada hari Kamis (21/04).
Acara diawali dengan laporan dan sambutan oleh Kepala Dinas PMD Dalduk dan KB, Drs. Ariadi, MM., yang menyampaikan laporan terkait kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan terhadap anak dan perempuan, serta kenakalan remaja yang masih banyak dijumpai beberapa tahun terakhir ini. Setelah itu acara dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada perempuan- perempuan yang berprestasi dan berperan penting dalam masyarakat khususnya di Kabupaten Kulon Progo, sebagai wujud bahwa perempuan di masa kini juga berhak dan mampu berkarya dan berprestasi. Acara selanjutnya adalah sambutan oleh Bupati Kulon Progo, Drs. H Sutedjo, yang menyampaikan tentang peran perempuan secara umum baik derajat, maupun persepsi terhadap perempuan serta peran RA Kartini yang masih membekas hingga saat kini.
Yang terakhir adalah paparan oleh narasumber, Dr. Ane Permatasari, S,IP.,MA, yang secara garis besar menyampaikan mengenai kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, termasuk korban kekerasan seksual, konflik rumah tangga, kenakalan remaja, undang- undang tentang kekerasan, serta kewaspadaan mengenai keterbatasan perempuan dengan kasus kekerasan yang tidak terlaporkan. Disamping materi tersebut juga disampaikan mengenai penanaman edukasi pada anak- anak sejak dini, cara mengantisipasi kenakalan remaja, serta peran perempuan itu sendiri dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta kenakalan remaja dengan mengedepankan rasa kepedulian dan kepekaaan terhadap situasi dan kondisi kekerasan di lingkungan sehari- hari. Dengan begitu diharapkan akan timbul rasa empati dan saling tolong menolong, sehingga kekerasan terhadap perempuan dan anak bisa dicegah dan diminimalisir. Sebagai penutup acara diisi dengan diskusi dan tanya jawab.