Bappeda Kabupaten Kulon Progo mengikuti workshop "Evaluasi Harga dalam Upaya Menahan Peningkatan Garis Kemiskinan Kulon Progo 2023" yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) di Hotel Novotel YIA pada hari Kamis (16/11). Dalam paparan Kepala BPS Kulon Progo, Drs. H. Sumarwiyanto, M.Si., menjelaskan terkait perkembangan penduduk miskin yang sebelumnya 16,39% pada bulan Maret 2022 mengalami penurunan menjadi 15,64% di bulan Maret 2023. Kulon Progo menjadi kabupaten/kota di DIY yang memiliki tingkat penurunan kemiskinan tertinggi sebesar 0,75%.
Dr. H. Ardito Bhinadi, SE., M.Si., selaku akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN “Veteran” Yogyakarta memberikan tambahan bahwa pengaruh kenaikan harga terhadap kemiskinan tidak hanya melihat dari sudut pandang makro namun perlu melihat dari sudut pandang mikro. Bahwa dalam penanggulangannya, diperlukan pemahaman terhadap perilaku rumah tangga, bisnis, dan pasar yang akan memunculkan isu-isu yang dapat mempengaruhi kemisikinan seperti harga komoditas strategis, nilai tukar petani, bansos pemerintah, inefisiensi pasar, dan lain sebagainya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kulon Progo, Triyono, SIP, M.Si., menjelaskan terkait tiga strategis utama dalam rangka penurunan kemiskinan yaitu menjaga stabilitas harga bahan pokok dan penting, mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin, dan meningkatkan pendapatan masyarakat miskin melalui program pemberdayaan. Sebagai penutup, beliau menyampaikan bahwa perlu ada edukasi kepada masyarakat untuk mengubah mental set dari masyarakat yang senang menerima bantuan menjadi masyarakat tangguh yang malu jika tidak berusaha.