Pada tanggal 2 Maret 2017, tim Dewan Riset Daerah (DRD) Kabupaten Kulon Progo melaksanakan studi referensi ke perkebunan teh di Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Rombongan Tim DRD Kabupaten Kulon Progo terdiri dari Bambang Suwignyo, Ph.D., Slamet Widiyanto, M.Sc. dan Drs. H. Kasdiyono. Turut serta bersama rombongan, perwakilan dari Dinas Pariwisata dan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo serta sekretariat DRD Kabupaten Kulon Progo. Rombongan diterima oleh Bapak Dwi Koranto selaku manajer PT. Rumpun Sari Kemuning I, perusahaan yang mengolah teh dari perkebunan di Desa Kemuning ini.
Kebun Teh Kemuning berjarak sekitar 15 km dari Kabupaten Karanganyar. Berada di lereng Gunung Lawu dengan ketinggian mencapai 800 - 1.540 dpl. Wilayah perkebunan sendiri berada tidak jauh dari 2 obyek wisata yaitu Candi Cetho dan Candi Sukuh. Sejarah perkebunan teh di Desa Kemuning ini pada awalnya didirikan oleh bangsa Belanda sekitar tahun 1925, pada perkembangannya kini perusahaan telah dikelola oleh Yayasan Rumpun Diponegoro dan kemudian dibentuk badan usaha PT. Rumpun. PT. Rumpun kemudian dipecah menjadi 2 yaitu PT. Rumpun Antan dengan komoditi karet, kelapa, cengkeh dan randu dan PT. Rumpun Teh dengan komoditi teh, salah satu wilayah perkebunan teh ialah yang berada di Dusun Kemuning ini dan dikelola oleh PT. Rumpun Sari Kemuning I.
Perusahaan yang mengelola perkebunan teh seluas 439 hektar ini sejak tahun 2013 sudah tidak menjual produksinya untuk ekspor karena untuk mencukupi kebutuhan nasional. Rata-rata produksi setiap bulannya mengolah pucuk teh basah sebanyak 250 ton dan menghasilkan daun teh kering sebanyak 56,25 ton. Selama ini produksi teh nasional masih kurang 15% dari kebutuhan teh dalam negeri. Selain teh hijau sebagai varian produksi utama, juga diproduksi teh dengan berbagai varian yaitu teh rasa kopi, jahe, mint, sereh, melati dengan brand name Teh Kemuning. Selain produksi teh, perkebunan teh di Desa Kemuning juga akan dikembangkan menjadi kawasan agrowisata bekerja sama dengan pihak pemerintah daerah Kabupaten Karanganyar dengan lahan yang disiapkan seluas 80 hektar.
Kunjungan ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi mengenai pengelolaan kebun teh sekaligus pengembangan agrowisata di wilayah tersebut. Hasil studi referensi diharapkan dapat diterapkan untuk pengembangan produksi teh sekaligus pengembangan agrowisata untuk Dusun Nglinggo, Desa Pagerharjo dan Dusun Tritis, Desa Ngargosari, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo.