Bertempat di Hotel Grand Dafam Signature, Bappeda Kabupaten Kulon Progo bersama Pusat Studi Sosial Asia Tenggara Universitas Gadjah Mada (PSSAT UGM), dan PT Swasaba Research Initiative (SRI) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka pelaksanaan riset dan pengembangan model dan platform demokrasi deliberatif. Kegiatan di Kabupaten Kulon Progo ini merupakan kali keempat penyelenggaraan FGD yang sama setelah dilaksanakan di Kota Makassar, Kabupaten Serang, dan Kabupaten Kediri.
Pada FGD yang diadakan pada hari Kamis (8/12) tersebut tim PSSAT UGM yang dipimpin Prof.Dr.Phil Hermin Indah Wahyuni memaparkan maksud dan tujuan pengembangan model dan platform demokrasi deliberatif melalui sebuah aplikasi sebagai wahana bertemunya berbagai pihak terdiri dari masyarakat, akademisi, pemerintah dan stakeholder lainnya. Diskusi, pembahasan dan solusi yang ditawarkan tidak hanya penyusunan kebijakan dan program pembangunan namun dapat lebih luas sampai dengan penyelesaian permasalahan sosial di masyarakat. Melalui aplikasi ini akan dibangun komunikasi yang intens antara masyarakat, akademisi dan pemerintah dalam diskusi yang bersifat membangun disertai alternatif solusi, dengan pencetus ide tidak hanya dari akademisi namun bisa juga dari masyarakat.
Pelaksanaan FGD ini dibagi ke dalam 2 (dua) sesi yaitu sesi pertama dengan peserta perwakilan perangkat daerah, dan sesi kedua menghadirkan perwakilan tokoh masyarakat. Pada Sesi Pertama dihadiri oleh perwakilan dari Bappeda, Dinas Kominfo, Dinas Kesehatan, Dinas PUPKP, Dinas PMDPPKB, Dinas Sosial PPPA, dan Dinas Koperasi dan UKM. Sedangkan pada Sesi Kedua dihadiri tokoh masyarakat yang mewakili organisasi dan/atau profesi yaitu Karang Taruna, Bodronoyo, Sigap, Pamaskarta, Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Coklat Wondis, dan Pakar Tim Inovasi Daerah Kabupaten Kulon Progo.