Bapperida Kabupaten Kulon Progo menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Identifikasi Alat Penerangan Jalan (APJ) Bernuansa Budaya pada hari Kamis (21/5) di Ruang Rapat Bimasena, Gedung Paniradya Kaistimewan Komplek Kepatihan, Danurejan, Yogyakarta. Acara ini dipimpin oleh Nur Ikhwan Rahmanto, S.Ant., M.URP., selaku Kepala Bidang Urusan Tata Ruang Paniradya Kaistimewan. FGD dilaksanakan dalam rangka pembahasan dan evaluasi terhadap pemasangan Smart APJ Bernuansa Budaya bersumber Dana Keistimewaan pada Kabupaten Kota di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil evaluasi menunjukan terdapat beberapa permasalahan dan kendala dalam pemasangan Smart APJ antara lain: APJ pada beberapa titik mati, tidak berfungsinya fitur smart (hanya berfungsi sebagai penerangan jalan pada umumnya), serta biaya operasional besar pasca pemasangan yang akan dibebankan pada APBD Kabupaten/Kota.
Kabupaten Kulon Progo telah memasang 25 unit Smart APJ pada tahun 2025 dengan garansi 1 tahun. Pada tahun 2026 akan dipasang Smart APJ, rencana dashboard dengan masa garansi selama 5 tahun (rencana pemasangan pada bulan Juni). Pada tahun 2027 Kabupaten Kulon Progo mengusulkan APJ pada tempat-tempat wisata dan difokuskan untuk penerangan jalan dulu serta apabila memungkinkan memiliki fitur timer untuk mengendalikan intensitas penyalaan.
Pembangunan APJ Pintar Bernuansa Budaya pada tahun 2026 direncanakan berjumlah dua puluh tujuh (27) unit. Alokasi unit tersebut akan didistribusikan ke tiga titik utama di wilayah Wates, Pengasih, dan Kokap, dengan rincian sebagai berikut:
- Graulan, Dobangsan, Giripeni (Kapanewon Wates): Sebanyak 9 unit yang dialokasikan pada jalur ke Arah makam Bong Cino.
- Kalisoka, Margosari (Kapanewon Pengasih): Sebanyak 8 unit untuk memperkuat penerangan di kawasan tersebut yang melewati Fasilitas Umum ( Sekolah Dasar dan Masjid ).
- Sekitar Pasar Menguri, Hargotirto (Kapanewon Kokap): Sebanyak 10 unit guna mendukung aktivitas ekonomi dan keamanan masyarakat sekitar pasar.
APJ Pintar bernuansa budaya ini tidak hanya mengedepankan fungsi penerangan jalan yang mumpuni melalui sistem monitoring jarak jauh (smart system), tetapi juga mengusung desain bernuansa budaya. Hal ini bertujuan untuk memperkuat identitas visual Kabupaten Kulon Progo sekaligus mendukung keamanan dan kenyamanan pengguna jalan pada malam hari.