Pada hari Rabu (19/04/2017) tim Dewan Riset Daerah (DRD) Kabupaten Kulon Progo melaksanakan studi referensi ke Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia di Jember, Jawa Timur. Rombongan Tim DRD Kabupaten Kulon Progo terdiri dari Bambang Suwignyo, Ph.D., Prof dr. Suharjo, SU, Sp.M(K), Dr. M Jumarin, M.,Pd dan Drs. H. Kasdiyono. Turut serta bersama rombongan, perwakilan dari Dinas Perdagangan dan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo serta sekretariat DRD Kabupaten Kulon Progo. Rombongan diterima oleh Bapak Dwi Koranto selaku Kepala Badan Penelitian Kakao Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia yang kebetulan berasal dari Kecamatan Panjatan.
Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia berkantor di Jalan Jenderal Soedirman No. 90 Jember Jawa Timur, tetapi gedung pusat penelitian dan aktifitas sehari-hari berada 23 km selatan kota Jember yaitu di Desa Kaliwining serta mempunyai perwakilan di Desa Andungsari dan Sumber Asin Kabupaten Jember, Sebagai Pusat Unggulan IPTEK Kopi dan Kakao, Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia mempunyai kawasan Techno Park yang merupakan sarana pembelajaran teknologi pengembangan kopi dan kakao mulai dari hulu dan hilir. Setiap tahun tamu yang berkunjung tidak kurang 2.500 orang dari seluruh Indonesia dan luar negeri.
Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (PUSLITKOKA) yang berada dibawah Kementerian Pertanian, Badan Litbang Pertanian, Puslitbang Perkebunan telah mengadakan kerjasama dengan lembaga baik diluar negeri maupun didalam negeri. Untuk dalam negeri telah bekerjasama dengan 50 Pemerintah Kabupaten se-Indonesia, Bank Indonesia, Kementrian Riset dan Pendidikan Tinggi, Nesle Indonesia, PT. Perkebunan Nusantara, PT. Benih Citra Asia, PT. Petrokimia Kayaku, PT. Syngeta Indonesia dan PT. Idjen Nirwana Agro Lestari.
Selain sebagai sarana pembelajaran teknologi pengembangan kopi dan kakao mulai dari hulu dan hilir juga memproses limbah kopi/kakao dan tanaman penaung kebun serta pembuatan mesin pengolahan kopi dan kakao.
Kunjungan ini dimaksudkan untuk memperoleh informasi mengenai pengelolaan Kopi dan kakao sekaligus pengembangan agrowisata di wilayah tersebut. Hasil studi referensi diharapkan dapat diterapkan untuk pengembangan produksi kopi dan kakao sekaligus pengembangan agrowisata di Kabupaten Kulon Progo.