Bappeda Kabupaten Kulon Progo menerima kunjungan studi dari Bappeda Kota Serang pada hari Senin (20/5) di Ruang Rapat Nglinggo. Bappeda Kota Serang melaksanakan kunjungan studi ke Bappeda Kabupaten Kulon Progo untuk membahas pengkayaan dan optimalisasi informasi terkait penanganan percepatan pencegahan stunting. Kunjungan Bappeda Kota Serang dipimpin oleh Kepala Bappeda Kota Serang, Ina Linawati, S.E., Ak., MM., dan didampingi oleh perwakilan dari Sekretariat, Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, serta Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan.
Paparan disampaikan oleh Sekretaris Bappeda, Ir. Robi Ampera. Beliau membahas percepatan pencegahan stunting yang telah dilaksanakan di Kulon Progo. Pada tahun 2018-2023, persentase balita stunting di Kulon Progo menunjukkan tren penurunan berdasarkan hasil data rutin PSG (Pemantauan Status Gizi). Data rutin PSG mencatat terdapat 9,43% balita stunting pada tahun 2023. Angka ini telah menurun drastis dibandingkan tahun 2018 yang mencapai 14,31%. Meskipun begitu, berdasarkan hasil survei Studi Status Gizi Indonesia (SSGI), angka stunting di Kulon Progo masih tinggi yakni mencapai kisaran angka 15%.
Terdapat berbagai upaya yang telah dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo dalam rangka percepatan penurunan stunting di antarya seperti pengaturan kebijakan ASI Eksklusif pada Perbup Nomor 2 Tahun 2015 tentang ASI Eksklusif; pemantauan melalui aplikasi MatahatiKu, RINDU KIA, dan Sigiziterpadu (e-PPGBM); program pemberian gizi zat besi bagi remaja putri siswa sekolah; penetapan desa lokus stunting; penyuluhan dan edukasi; dst.