Pada hari Kamis (23/01), Bapperida Kabupaten Kulon Progo turut mendampingi Penjabat Bupati Kulon Progo, Ir. Srie Nurkyatsiwi, MMA., dan Paniradya Pati Kaistimewan, Aris Eko Nugroho, S.P., M.Si, melakukan kegiatan monitoring pembangunan Saemaul Jamur Center di Kapanewon Nanggulan. Pembangunan Saemaul Jamur Center ini merupakan kerjasama antara Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Yayasan Globalisasi Saemaul Indonesia (YGSI).
YGSI dibentuk pada tahun 2016 yang merupakan tindak lanjut adanya kerjasama Sister Province yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DIY dan Provinsi Gyeongsangbuk-do, Korea Selatan. Kerjasama ini ditandai dengan adanya penandatanganan Letter of Intent tahun 2003 dan Memorandum of Understanding pada tanggal 24 Februari 2005. Di Kulon Progo sendiri, sejak tahun 2022 yang lalu YGSI telah bekerjasama dan mendampingi masyarakat Nanggulan sebagai “Desa Percontohan Saemaul”.
Saemaul Jamur Center dibangun oleh YGSI di lahan seluas 7.700 M2 yang berada di wilayah Pedukuhan Setan, Kalurahan Wijimulyo, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo. Pada tahun 2023 yang lalu, pembangunan tahap I yang berupa pembangunan 3 kumbung dengan kapasitas 75.000 baglog selesai dibangun dan sukses dimanfaatkan untuk pembudidayaan jamur.
Kontur lahan yang tidak rata sempat menjadi kendala dalam melanjutkan pembangunan tahap II Saemaul Jamur Center ini, maka untuk mendukung pembangunan ini dibangunlah retaining wall yang didanai dengan Dana Keistimewaan. Dengan telah terbangunnya retaining wall ini, maka proses pembangunan tahap II dapat berjalan mulai bulan November 2024 yang lalu. Pada tahapan ini, akan dibangun gudang bahan baku dan mixing, pabrik baglog, ruang sterilisasi pendingin dan pembibitan, ruang produksi bibit dan ruang inkubasi dengan kapasitas 60.000 baglog. Dengan adanya penambahan fasilitas ini, diharapkan produksi jamur di Saemaul Jamur Center Nanggulan dapat semakin meningkat.