Bertempat di Kantor Yayasan Saemaul Indonesia Perwakilan Nanggulan, pada hari Selasa (10/10) Bappeda Kabupaten Kulon Progo menghadiri acara penilaian Pelaksanaan Program Lingkungan yang diadakan oleh Yayasan Globalisasi Saemaul Indonesia (YGSI). Acara ini dihadiri pula oleh Ir. St. Haryoto, MMA. selaku Panewu Nanggulan.
Yayasan Globalisasi Saemaul Indonesia dibentuk pada tahun 2016. Yayasan ini dibentuk sebagai tindak lanjut adanya kerjasama Sister Province yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DIY dan Provinsi Gyeongsangbuk-do, Korea Selatan. Kerjasama ini ditandai dengan adanya penandatanganan Letter of Intent tahun 2003 dan Memorandum of Understanding pada tanggal 24 Februari 2005. Sejak didirikannya, Yayasan Globalisasi Saemaul Indonesia telah berhasil melaksanakan “Desa Percontohan Saemaul” di Kabupaten Gunung Kidul dan Bantul. Di Kulon Progo sendiri, sejak tahun 2022 yang lalu, Yayasan Globalisasi Saemaul Indonesia telah bekerjasama dan mendampingi masyarakat Nanggulan sebagai “Desa Percontohan Saemaul” berikutnya.
Pendampingan yang dilakukan oleh Yayasan Globalisasi Saemaul Indonesia di Nanggulan diantaranya berupa pembuatan Saemaul Jamur Center di Nanggulan pada tahun 2023 ini dan pendampingan dalam bidang pertanian khususnya pengembangan padi menor pada tahun 2024 mendatang. Pada tahun 2023 ini Yayasan Globalisasi Saemaul Indonesia juga melaksanakan pendampingan di bidang lingkungan melalui pelaksanaan Program Lingkungan. Pelaksanaan Program Lingkungan ini merupakan pemberdayaan bagi masyarakat di 5 Kalurahan yakni Kalurahan Tanjungharjo, Kalurahan Jatisarono, Kalurahan Banyuroto, Kalurahan Wijimulyo dan Kalurahan Kembang. Dalam Program Lingkungan ini, Yayasan Globalisasi Saemaul Indonesia mengajak masyarakat di 5 Kalurahan tersebut untuk melakukan kegiatan dalam rangka untuk memperbaiki kualitas lingkungan di lingkungan tempat tinggal. Pada awalnya, kelima kalurahan tersebut mengusulkan program/kegiatan dan kemudian Yayasan Globalisasi Saemaul Indonesia akan memberikan bantuan hibah bahan untuk pelaksanaan kegiatan yang direncanakan tersebut.. Jangka waktu pelaksanaan Program Lingkungan ini dari tanggal 17 Juli 2023 hingga 20 September 2023.
Pada tanggal 10 Oktober 2023 ini Yayasan Globalisasi Saemaul Indonesia bersama Bappeda Kabupaten Kulon Progo dan Panewu Nanggulan melaksanakan penilaian atas ketercapaian program/kegiatan yang diusulkan masing-masing kalurahan tersebut. Dari kelima Kalurahan tersebut nantinya akan dipilih 2 Kalurahan yang dinilai terbaik dalam melaksanakan program/kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya. Kedua kalurahan terbaik tersebut akan kembali mendapatkan bantuan hibah bahan untuk melanjutkan program/kegiatannya.