Penutupan Program Australia-Indonesia Health Security Partnership (AIHSP) di Daerah Istimewa Yogyakarta secara resmi ditutup pada hari Rabu (18/9) di Loman Park Hotel Yogyakarta. Bappeda Kabupaten Kulon Progo turut menghadiri acara tersebut bersama perwakilan Perangkat Daerah Kabupaten Kulon Progo yang terkait. Hadir dalam penutupan tersebut, Sekretaris Daerah DIY, Drs. Beny Suharsono, M.Si., serta Kepala Bappeda DIY, dan Perangkat Daerah terkait se-DIY. Acara diawali dengan sambutan oleh John Leigh selaku Program Director AIHSP dan Maddy Moss selaku perwakilan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT).
Program AIHSP merupakan Kemitraan Australia-Indonesia untuk meningkatkan ketahanan kesehatan nasional di Indonesia sehingga mampu menekan risiko masyarakat terhadap penyakit yang ditularkan manusia dan hewan (zoonosis). Program tersebut didanai oleh Pemerintah Australia melalui Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia (DFAT). Di Provinsi DIY sendiri, Kabupaten Kulon Progo terpilih menjadi salah satu lokus pilot project pencegahan zoonosis.
Dalam pelaksanaanya selama ini, AIHSP dan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo telah berhasil membangun pilar-pilar penting sistem ketahanan kesehatan, terutama dari ancaman yang bersumber dari zoonosis dan penyakit infeksius baru. Pilar-pilar tersebut diantaranya: membangun kapasitas teknis, memfasilitasi kerja kolaboratif, serta mengimplementasikan model pelayanan yang lebih baik yang selaras dengan rencana nasional dan perkembangan kebijakan terkini.
Acara ditutup dengan talkshow “Membangun Keberlanjutan Inisiatif Australia-Indonesia Health Security Partnership (AIHSP) dalam Memperkuat Ketahanan Kesehatan dengan Pendekatan One Health di Daerah Istimewa Yogyakarta”. Dalam talkshow ini dibahas tentang praktik baik dalam hal penanganan zoonosis yang telah dilakukan selama ini serta tantangan dan rencana keberlanjutannya. Pencegahan dan pengendalian zoonosis dan penyakit infeksius baru (PIB) di Kulon Progo masih menjadi tema besar di masa yang akan datang terlebih posisi Kulon Progo yang merupakan jalur utama untuk keluar masuknya hewan/ternak baik melalui jalur udara maupun darat. Konsep One Health yang dijalankan dengan baik, harus terus dipertahankan. Disamping itu keterlibatan masyarakat dalam hal pencegahan penyebaran zoonosis dan PIB perlu semakin ditingkatkan menuju Kulon Progo bebas zoonosis.