Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Kulon Progo menghadiri kegiatan Workshop Sinergi Program Kemitraan dalam Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat UGM Tahun 2026 yang mengusung tema “KKN PPM UGM Berdampak: Menjaga Ketahanan Pangan dan Kelestarian Lingkungan”. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 10–11 Februari 2026 bertempat di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada.
Workshop tersebut dihadiri oleh para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN PPM UGM, perwakilan pemerintah daerah se-Indonesia, mitra dunia usaha dan industri, serta unsur akademisi dan komunitas. Kegiatan dibagi ke dalam beberapa sesi. Pada sesi pertama, keynote speech disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan yang menekankan pentingnya kolaborasi multi pihak dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal serta menjaga keberlanjutan lingkungan.
Selanjutnya, Talkshow I menghadirkan narasumber GBPH Yudhaningrat, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UGM, serta Bupati Magelang yang membahas praktik baik kemitraan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam pelaksanaan KKN yang berdampak langsung bagi masyarakat. Talkshow II menghadirkan perwakilan dari PT Pertamina, PT Freeport Indonesia, dan Citilink yang memaparkan dukungan sektor swasta dalam memperkuat program pemberdayaan masyarakat melalui skema kolaborasi dan tanggung jawab sosial perusahaan. Pada Talkshow III, narasumber dari Bappeda Majalengka, DPL KKN PPM UGM Unit Banggai Kepulauan, KAGAMA Kalimantan Timur, serta Kepala Desa Ngawen berbagi pengalaman terkait sinergi program KKN di wilayah masing-masing. Sementara itu, Talkshow IV menghadirkan Yayasan Satu Hati, PT PAU, dan Harita Group yang menyoroti dukungan filantropi dan dunia usaha dalam penguatan program keberlanjutan di desa.
Workshop dilanjutkan dengan sesi diskusi kelompok yang menjadi ruang strategis bagi pemerintah daerah untuk menyampaikan masukan dan aspirasi. Dalam sesi tersebut, Bapperida Kabupaten Kulon Progo menyampaikan bahwa saat ini terdapat 11 lokasi KKN di Kulon Progo yang diterima sebagai usulan lokasi KKN PPM UGM Tahun 2026. Namun, masih terdapat beberapa kapanewon yang belum terakomodir dalam penetapan lokasi KKN PPM UGM. Oleh karena itu, Bapperida Kulon Progo mengusulkan agar wilayah yang belum lolos dapat diusulkan kembali untuk diakomodasi pada periode berikutnya. Selain itu, Bapperida juga menyampaikan pertanyaan terkait penutupan jangka waktu entry usulan lokasi KKN untuk Periode 3 dan 4, mengingat waktu pelaksanaan masih cukup panjang. Bapperida berharap terdapat kemungkinan perpanjangan atau pembukaan kembali pengusulan lokus agar kesempatan pemerataan program KKN di seluruh wilayah Kulon Progo dapat semakin optimal.
Keikutsertaan Bapperida dalam workshop ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dalam memperkuat sinergi perencanaan pembangunan daerah dengan perguruan tinggi, khususnya dalam mendukung program ketahanan pangan dan pelestarian lingkungan berbasis pemberdayaan masyarakat. Melalui kolaborasi yang terencana dan berkelanjutan, diharapkan KKN PPM UGM Tahun 2026 dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Kulon Progo serta mendukung pencapaian prioritas pembangunan daerah.