Home Publikasi Berita Detail Berita

Detail Berita

Workshop Pengenalan Geodiversity Site

Admin Web OPD
Berita
15 Februari 2024 00:00:00

Image Berita


Pada hari Rabu (7/2) bertempat di Tabebuya Coffee and Eatery, Bappeda Kabupaten Kulon Progo selaku sekretariat Forum Geoheritage Kabupaten Kulon Progo menyelenggarakan workshop dengan tema  "Mengenal Geodiversity Site di Kabupaten Kulon Progo". Hadir sebagai narasumber, Dr. Carolus Prasetyadi, M.Sc (Anggota Pakar Komite Geopark DIY) dan Rastra Barata Setiya Budi, S.IP dari Biro Pengembangan Infrastruktur Wilayah dan Pembiayaan Pembangunan Sekretariat Daerah, Daerah Istimewa Yogyakarta. Workshop diikuti dari perwakilan OPD anggota Forum Geoheritage Kabupaten Kulon Progo, antara lain Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan),  Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Kundha Niti Mandala Sarta Tata Sasana), Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah, serta perwakilan dari Kapanewon, Kalurahan, dan Pokdarwis di lokasi Geoheritage dan Geodiversity Site.

Dalam kegiatan ini dipaparkan oleh narasumber mengenai arti penting dan sejarah geologi di DIY dan juga di Kulon Progo. Dijelaskan juga mengenai keunikan atau kekhasan warisan geologi yang ada di Kulon Progo dan tidak ditemukan di tempat lain. Dengan dijelaskan mengenai keunikan dan kekhasan ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan terhadap warisan geologi yang ada di Kulon Progo dan mampu melestarikan dan juga bijak dalam pemanfaatan, baik pemanfaatan  untuk pariwsata maupun pemanfaatan sumber daya alamnya.

Dalam Pergub DIY No 71 Tahun 2022, di Kulon Progo telah di tetapkan 5 Geoheritage antara lain, Formasi  Nanggulan Eosen, Perbukitan Asal Struktur Geologi Widosari, Puncak Kaldera Purba Kendil-Suroloyo, Goa Kiskendo, Mangan Kliripan Karangsari. Selain itu terdapat 15 Geodiversity Site antara lain:

  1. Grojogan Sewu, Taman Sungai Mudal, Kembang Soka, Kedung Pedut, Kedung Banteng, dan Watu Blencong di Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo;
  2. Goa Kidang Kencono, di Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo;
  3. Goa Sriti, di Kalurahan Purwoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo;
  4. Curug Sidoharjo, di Kalurahan Sidoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo,
  5. Puncak Gunung Jaran, di Kalurahan Ngargosari, Kapanewon Samigaluh;
  6. Bukit Proman, di Kalurahan Pagerharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo;
  7. Goa Kebon, di Kalurahan Krembangan, Kapanewon Panjatan, Kabupaten Kulon Progo;
  8. Punthuk Ngepoh dan Watu Puru di Kalurahan Banjararum, Kapanewon Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo;
  9. Bendung  Kayangan,  di  Kalurahan  Pendoworejo, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo;

Biro Pengembangan Infrastruktur Wilayah dan Pembiayaan Pembangunan Sekretariat Daerah, Daerah Istimewa Yogyakarta tetap mendorong masyarakat untuk melestarikan warisan Geologi baik yang sudah ditetapkan sebagai Geoheritage maupun masih Geodiversity Site, dan juga mendorong masyarakat untuk mendaftarkan tempat tempat lain yang layak sebagai warisan geologi tetapi belum diinventarisir atau ditetapkan sebagai warisan geologi.

Source: Irvan praswil

WhatsApp Chat